Gaji bulan ini sama persis dengan bulan lalu, tapi angka yang masuk ke rekening berbeda. Atau lebih membingungkan lagi: potongan pajak di slip gaji Desember tiba-tiba tiga kali lipat dari biasanya. Wajar kalau kamu bertanya-tanya, apakah ada yang keliru? Jawabannya hampir selalu ada di cara kantor menghitung PPh 21 TER.
Di catatan ini kami jelaskan TER dari sudut pandang karyawan yang membaca slip gajinya, bukan dari meja tim payroll. Kita bahas kategori TER A, B, dan C, cara menghitung potongan bulanan, kenapa Desember berbeda, dan apa yang bisa kamu cek kalau angkanya terasa janggal.
Apa itu PPh 21 TER?
TER adalah singkatan dari tarif efektif rata-rata. Sejak Januari 2024, berdasarkan PP 58/2023 dan PMK 168/2023, pemberi kerja memotong PPh 21 pegawai tetap setiap bulan dengan cara yang lebih praktis: penghasilan bruto bulan itu dikalikan satu tarif dari tabel TER.
Ada satu pengecualian penting. Cara ini dipakai untuk masa Januari sampai November. Di bulan terakhir, biasanya Desember atau bulan terakhir kamu bekerja, kantor menghitung ulang pajakmu setahun penuh memakai tarif Pasal 17. Selisihnya menjadi potongan bulan itu.
TER tidak mengubah total pajak setahun. Yang berubah hanya cara mencicilnya.
Kategori TER A, B, C
Tabel TER dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan status PTKP-mu pada awal tahun. Status ini menentukan tabel mana yang dipakai kantor.
| Kategori | Status PTKP | PTKP setahun |
|---|---|---|
| TER A | TK/0, TK/1, K/0 | Rp54.000.000–Rp58.500.000 |
| TER B | TK/2, TK/3, K/1, K/2 | Rp63.000.000–Rp67.500.000 |
| TER C | K/3 | Rp72.000.000 |
Arti kode TK, K, dan angka di belakangnya kami jelaskan di catatan PTKP terbaru. Semakin besar PTKP, semakin tinggi batas penghasilan yang dikenai tarif 0%, jadi potongan bulananmu cenderung lebih kecil.
Cara menghitung PPh 21 TER per bulan
Rumusnya hanya satu baris.
PPh 21 bulanan = penghasilan bruto bulan itu × tarif TER
Penghasilan bruto di sini mencakup gaji pokok, tunjangan tetap, lembur, bonus atau THR yang dibayar bulan itu, serta premi asuransi yang dibayar kantor untukmu, seperti BPJS Kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja. Iuran yang dipotong dari gajimu tidak mengurangi bruto untuk hitungan TER bulanan.
Berikut sebagian tabel TER kategori A untuk rentang gaji yang umum:
| Penghasilan bruto per bulan | Tarif TER A |
|---|---|
| Sampai Rp5.400.000 | 0% |
| Rp5.400.001–Rp5.650.000 | 0,25% |
| Rp7.500.001–Rp8.550.000 | 1,5% |
| Rp9.650.001–Rp10.050.000 | 2% |
| Rp11.600.001–Rp12.500.000 | 4% |
Tabel lengkapnya ada di lampiran PP 58/2023. Contohnya Budi, lajang tanpa tanggungan (TK/0, kategori A), dengan bruto Rp10.000.000 per bulan. Tarifnya 2%, jadi potongan PPh 21-nya Rp200.000 per bulan dari Januari sampai November.
Siapa yang tidak memakai TER bulanan?
TER bulanan A, B, dan C berlaku untuk pegawai tetap. Beberapa kelompok lain memakai cara yang berbeda:
- Pegawai tidak tetap atau harian memakai TER harian, yang tabelnya terpisah dan jauh lebih pendek.
- Freelancer dan penerima honor bukan pegawai dipotong dengan cara lain. Penjelasannya ada di catatan PPh 21 bukan pegawai.
- Penghitungan pajak setahun untuk SPT tetap memakai tarif berlapis Pasal 17. Lapisannya kami uraikan di catatan tarif pajak penghasilan orang pribadi.
Kalau kamu karyawan tetap di satu kantor, cukup pegang dua hal: kategori TER-mu dan tarif sesuai rentang bruto bulananmu. Sisanya dikerjakan sistem payroll kantor.
Kenapa potongan pajak Desember besar?
Di bulan Desember, kantor menghitung pajak Budi setahun dengan cara lengkap: bruto setahun dikurangi biaya jabatan, iuran pensiun atau JHT yang ia bayar, dan PTKP, lalu dikenai tarif Pasal 17. Hasilnya dikurangi potongan Januari sampai November.
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Bruto setahun (Rp10.000.000 × 12) | Rp120.000.000 |
| Biaya jabatan (5%, maksimal Rp6.000.000) | (Rp6.000.000) |
| Iuran JHT dan JP yang dibayar Budi | (Rp3.600.000) |
| Penghasilan neto | Rp110.400.000 |
| PTKP TK/0 | (Rp54.000.000) |
| Penghasilan kena pajak | Rp56.400.000 |
| PPh 21 setahun (5%) | Rp2.820.000 |
| Sudah dipotong Januari–November | (Rp2.200.000) |
| Potongan Desember | Rp620.000 |
Data simulasi, bukan hasil klien.
Potongan Desember Rp620.000, tiga kali lipat bulan biasa. Ini bukan denda atau tambahan pajak, melainkan pelunasan. Tarif TER bulanan memang sengaja dibuat “rata-rata”, sehingga sisanya terkumpul di akhir tahun.
Polanya bisa terbalik kalau ada THR atau bonus. Misalnya Budi menerima THR Rp10.000.000 di bulan Maret. Bruto Maret menjadi Rp20.000.000 dan tarif TER-nya melompat ke 9%, sehingga potongan Maret Rp1.800.000. Karena sudah banyak terpotong di Maret, potongan Desembernya justru tinggal sekitar Rp160.000. Data simulasi, bukan hasil klien.
Membaca slip gaji: baris yang perlu kamu cek
Format slip gaji tiap kantor berbeda, tapi baris-baris ini biasanya ada. Kalau kamu pemilik usaha yang sedang menyusun slip untuk timmu, contohnya ada di catatan slip gaji karyawan UMKM.
- Total penghasilan bruto. Pastikan semua tunjangan dan lembur bulan itu tercatat.
- Status PTKP. Kadang tertulis di slip, kadang hanya di data HR. Status yang tidak sesuai membuat kategori TER ikut meleset.
- Potongan PPh 21. Bandingkan dengan bruto × tarif TER kategorimu.
- Iuran BPJS yang dipotong. Iuran ini dicatat terpisah dari pajak.
Sepanjang 2026, karyawan di lima sektor padat karya tertentu dengan gaji sampai Rp10.000.000 per bulan mendapat fasilitas PPh 21 ditanggung pemerintah berdasarkan PMK 105/2025. Kalau kantormu termasuk, slip gaji biasanya menampilkan PPh 21 DTP. Tanyakan ke HR untuk memastikan.
Kalau potongan terasa tidak wajar
- Cek status PTKP dulu. Baru menikah atau punya anak? Perubahan status baru berlaku untuk tahun pajak berikutnya, jadi pastikan HR sudah memperbaruinya di awal tahun.
- Minta rincian hitungan ke HR. Pertanyaan yang sopan dan spesifik biasanya dijawab dengan cepat.
- Cocokkan dengan bukti potong tahunan. Setelah tahun berakhir, kantor menerbitkan bukti potong A1 yang merangkum semua potongan. Cara mengunduhnya ada di catatan bukti potong pajak di Coretax.
- Kalau ternyata terpotong lebih, ada mekanisme pengembaliannya lewat kantor atau SPT. Penjelasannya ada di catatan SPT lebih bayar.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah TER membuat pajak karyawan naik?
Tidak. TER hanya mengubah cara potongan dicicil setiap bulan. Total pajak setahun tetap dihitung dengan tarif Pasal 17 di bulan terakhir, sehingga jumlahnya sama dengan cara lama.
Kenapa gaji bulan THR terpotong pajak jauh lebih besar?
Karena THR menambah bruto bulan itu, dan tarif TER dipilih berdasarkan bruto bulanan. Bruto yang lebih besar jatuh ke rentang tarif yang lebih tinggi. Kelebihannya akan diperhitungkan saat kantor menghitung ulang di bulan Desember.
Kalau keluar kerja di tengah tahun, bagaimana hitungannya?
Bulan terakhir kamu bekerja diperlakukan seperti Desember: pajak dihitung ulang untuk masa kerja di tahun itu. Kantor lalu menerbitkan bukti potong yang kamu pakai saat lapor SPT Tahunan. Kalau kamu lanjut bekerja di kantor baru, cara menggabungkan dua bukti potong ada di catatan SPT pindah kerja.
Tenang membaca slip gaji
PPh 21 TER adalah cara mencicil pajak gaji setiap bulan dengan tarif dari tabel kategori A, B, atau C, lalu dihitung ulang setahun penuh di bulan terakhir. Karena itu potongan Desember sering lebih besar, dan bulan THR bisa melonjak. Dengan memahami polanya, slip gaji tidak lagi terasa seperti teka-teki.
Kalau kamu ingin memastikan potongan pajakmu atau timmu sudah tepat, layanan pajak Kancani siap membantu. Ada pertanyaan soal slip gajimu? Ngobrol dengan kami saja.



