BlogKeuangan pribadi

Cara mengatur THR: rencana pembagian sebelum uangnya cair

Cara mengatur THR dengan rencana sebelum cair: bagi untuk tanggungan, lebaran, dan tabungan, plus alasan THR bisa terpotong PPh 21. Susun rencanamu sekarang.

Diterbitkan 19 Juli 2026

Keluarga membagi amplop THR ke beberapa pos sebelum lebaran sebagai cara mengatur THR

THR masuk, notifikasi bank berbunyi, dan rasanya lega sekali. Dua minggu kemudian, setelah mudik, baju baru, hidangan lebaran, dan salam tempel untuk keponakan, saldonya tinggal sedikit. Yang bikin bingung, kamu bahkan tidak ingat uangnya pergi ke mana saja. Kalau ini terdengar akrab, kamu tidak sendirian.

Kuncinya ada pada waktu: cara mengatur THR paling efektif dimulai sebelum uangnya cair, bukan sesudahnya. Di catatan ini kami bahas kenapa THR yang diterima bisa lebih kecil dari perkiraan, cara menyusun pembagian THR untuk tanggungan, lebaran, dan tabungan, serta kapan THR sebaiknya dipakai membayar utang. Karena ditulis jauh sebelum musim THR berikutnya, kamu punya waktu untuk menyiapkannya dengan tenang.

Kenapa THR yang diterima bisa lebih kecil

Banyak karyawan kaget karena gaji di bulan THR tidak bertambah sebesar THR-nya. Penyebabnya ada di cara pemotongan PPh 21 sejak 2024, yang memakai tarif efektif rata-rata (TER) bulanan.

Dengan TER, kantor menjumlahkan semua penghasilan bruto di bulan itu, termasuk gaji dan THR, lalu mengalikannya dengan tarif sesuai lapisan penghasilan bulanan. Karena total bulan itu jauh lebih besar dari biasanya, lapisan tarifnya ikut naik. Akibatnya, potongan pajak di bulan THR bisa beberapa kali lipat potongan bulan biasa.

Perbandingan potongan PPh 21 di bulan biasa dan bulan THR dengan tarif TER
Di bulan THR, gaji dan THR dijumlahkan sehingga lapisan tarifnya naik.

Kabar baiknya, ini bukan pajak tambahan. Di masa pajak terakhir, biasanya Desember, kantor menghitung ulang pajakmu setahun penuh. Kalau potongan sepanjang tahun ternyata lebih besar dari pajak setahun, kelebihannya dikembalikan. Penjelasan lengkap mekanismenya ada di catatan PPh 21 TER.

Ada juga penyebab lain yang sering terlupa, yaitu masa kerja. Menurut Permenaker Nomor 6 Tahun 2016, karyawan dengan masa kerja 12 bulan atau lebih menerima THR sebesar satu bulan upah, sedangkan yang masa kerjanya di bawah 12 bulan menerima secara proporsional. Kalau kamu baru pindah kerja, besar THR-mu bisa jadi belum penuh.

Untuk perencanaan, praktisnya begini: buka slip gaji bulan THR tahun lalu, lalu lihat berapa yang benar-benar masuk ke rekening. Pakai angka bersih itu sebagai dasar pembagian, bukan angka THR di kontrak.

Cara mengatur THR: rencana pembagian sebelum cair

Bagi THR ke tiga kelompok besar, dengan urutan prioritas yang jelas:

  1. Tanggung jawab dulu. Tagihan dan cicilan yang jatuh tempo di bulan itu, zakat, serta kiriman untuk orang tua kalau memang rutin kamu lakukan.
  2. Kebutuhan lebaran. Mudik, hidangan, baju, dan salam tempel.
  3. Masa depan. Dana darurat, tabungan tujuan, atau pelunasan utang lebih cepat.

Supaya kebayang, berikut contoh Rina, karyawan dengan dana THR yang siap dibagi Rp7.000.000 setelah potongan:

PosPorsiJumlah
Tanggung jawab (cicilan bulan itu, zakat, kiriman orang tua)30%Rp2.100.000
Kebutuhan lebaran40%Rp2.800.000
Tabungan dan dana darurat25%Rp1.750.000
Hadiah untuk diri sendiri5%Rp350.000
Total100%Rp7.000.000

Data simulasi, bukan hasil klien.

Rencana pembagian THR ke pos tanggung jawab, lebaran, dan tabungan
Persentase bisa kamu ubah, yang penting urutan prioritasnya jelas.

Porsi di atas bukan aturan. Kalau tahun ini kamu tidak mudik, porsi lebaran bisa dikecilkan. Kalau masih punya tunggakan, porsi tanggung jawab bisa dinaikkan. Yang membuat rencana ini bekerja adalah keputusan dibuat sebelum uangnya ada di tangan.

Pembagian THR untuk lebaran

Pos lebaran adalah pos yang paling mudah membengkak, karena isinya banyak dan suasananya mendorong belanja. Pecah pos ini menjadi beberapa amplop kecil:

Kebutuhan lebaranAnggaran Rina
Mudik dan transportasiRp1.200.000
Hidangan dan kueRp600.000
BajuRp400.000
Salam tempelRp600.000
TotalRp2.800.000

Data simulasi, bukan hasil klien.

Beberapa tips agar pos ini tetap tertib:

  • Salam tempel: tukar uang dan siapkan amplop sesuai daftar nama sejak awal, jadi kamu tidak menambah di tempat.
  • Mudik: pesan tiket lebih awal, karena harga di minggu terakhir biasanya lebih tinggi.
  • Baju: tentukan jumlah potong sebelum masuk toko atau membuka aplikasi belanja.
Amplop terpisah untuk mudik, hidangan, baju, dan salam tempel dalam pembagian THR lebaran
Amplop kecil yang terpisah membuat pos lebaran lebih mudah dijaga.

THR untuk bayar utang atau tabung?

Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya bergantung pada jenis utangnya. Sebagai pegangan:

  • Ada tunggakan atau utang berbunga tinggi, misalnya kartu kredit yang tidak dibayar penuh atau paylater yang menumpuk: dahulukan pelunasan. Bunga yang kamu hemat biasanya lebih besar dari imbal hasil tabungan.
  • Cicilan berjalan lancar dengan bunga wajar, misalnya cicilan kendaraan: cukup bayar sesuai jadwal, lalu arahkan THR ke dana darurat.
  • Belum punya dana darurat sama sekali: sisihkan sebagian THR ke sana dulu, sambil tetap membayar cicilan tepat waktu.

Contohnya, Rina masih punya tagihan paylater Rp1.500.000 yang sudah lewat jatuh tempo. Ia memindahkan Rp1.500.000 dari pos tabungan ke pos tanggung jawab, sehingga tabungannya tahun ini tinggal Rp250.000. Terasa kecil, tetapi bulan berikutnya ia tidak lagi menanggung denda keterlambatan, dan cicilan bulanannya berkurang.

Data simulasi, bukan hasil klien.

Satu hal lagi yang perlu dijaga: hindari memakai THR sebagai uang muka cicilan baru, misalnya gadget atau kendaraan, hanya karena saldo sedang tebal. THR datang setahun sekali, sedangkan cicilan datang setiap bulan. Kalau memang perlu membeli barang besar, hitung dulu apakah cicilannya masih muat di gaji bulanan tanpa bantuan THR.

Kalau kamu sedang menyusun urutan pelunasan beberapa utang, catatan cara melunasi utang bisa membantu memilih strategi yang cocok.

Tips mengelola THR agar tidak habis

  1. Pindahkan ke rekening terpisah begitu cair. Rekening gaji yang dipakai sehari-hari membuat THR cepat tercampur.
  2. Langsung eksekusi pos masa depan. Transfer porsi tabungan di hari yang sama, sebelum mulai belanja lebaran.
  3. Catat pengeluaran selama libur. Cukup di catatan ponsel, supaya kamu tahu pos mana yang bocor.
  4. Ingat pengeluaran setelah lebaran. Gaji berikutnya masih beberapa minggu lagi, sedangkan kebutuhan harian tetap jalan.

Kalau di akhir bulan saldo tetap terasa cepat habis, kebiasaan kecil sehari-hari sering jadi penyebabnya. Coba cek daftarnya di catatan penyebab uang cepat habis.

Kalender lebaran dengan langkah mengelola THR agar tidak habis dari hari cair sampai setelah libur
Langkah kecil di hari THR cair menentukan sisa uang setelah libur.

Satu langkah lagi untuk tahun depan: buat sinking fund lebaran. Sisihkan sedikit setiap bulan sejak sekarang, sehingga kebutuhan lebaran tidak sepenuhnya bergantung pada THR dan THR bisa lebih banyak dipakai untuk masa depan. Caranya ada di catatan sinking fund.

Pertanyaan yang sering muncul

Kapan THR paling lambat dibayarkan?

Menurut Permenaker Nomor 6 Tahun 2016, THR keagamaan dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya. Jadi, kamu bisa mulai menyusun rencana pembagian jauh sebelum tanggal itu. Kalau ada surat edaran terbaru dari pemerintah, ikuti juga ketentuannya.

Berapa persen THR yang sebaiknya ditabung?

Tidak ada angka baku. Banyak orang memakai kisaran 20–30% untuk tabungan atau dana darurat, lalu menyesuaikannya dengan tanggungan dan kebutuhan lebaran. Yang penting, porsi tabungan dipindahkan di hari yang sama saat THR cair.

Apakah THR kena pajak?

Ya, THR termasuk penghasilan yang dipotong PPh 21. Karena dijumlahkan dengan gaji di bulan yang sama, potongan pajak bulan itu biasanya lebih besar. Selisihnya dihitung ulang di masa pajak terakhir, sehingga total pajakmu setahun tetap sesuai tarif yang berlaku.

Rencanakan sekarang, nikmati lebarannya nanti

Cara mengatur THR yang tenang dimulai sebelum THR cair: pakai angka bersih dari slip gaji, bagi ke pos tanggung jawab, lebaran, dan masa depan, lalu pecah pos lebaran menjadi amplop kecil. Dengan rencana yang jelas, THR bisa menghadirkan lebaran yang hangat sekaligus tabungan yang bertambah.

Kalau kamu ingin menyusun anggaran tahunan dan pos-pos tabungan bareng, layanan keuangan Kancani bisa membantu. Atau ceritakan dulu kondisimu lewat ngobrol dengan kami.

Tanya via WhatsApp