BlogKeuangan bisnis

Diskon tanpa rugi: cara menghitung promo agar tetap untung

Cara memberi diskon tanpa rugi: hitung tambahan penjualan yang dibutuhkan, cek promo beli 1 gratis 1, bundling, dan gratis ongkir. Coba hitung promomu sekarang.

Diterbitkan 21 Juni 2026

Pemilik usaha menimbang label diskon dan laba sebelum membuat promo

Tanggal kembar sudah dekat, kompetitor ramai pasang diskon 30%, dan kamu merasa harus ikut supaya tokomu tidak sepi. Promonya jalan, pesanan naik, admin kewalahan. Tapi saat rekap bulan itu selesai, laba justru lebih kecil dari bulan biasa. Kok bisa? Karena diskon tanpa rugi butuh satu hitungan yang sering dilewati: berapa tambahan penjualan yang dibutuhkan untuk menutup potongan harga.

Di catatan ini kami ajak kamu menghitung diskon dengan cara sederhana. Kita mulai dari angka margin, lalu menghitung kenaikan penjualan yang dibutuhkan, menguji promo beli 1 gratis 1, bundling, dan gratis ongkir. Siapkan HPP dan harga jual produk terlarismu, kita hitung bareng.

Kenapa diskon bisa menggerus laba lebih dari yang terlihat

Diskon memotong harga jual, tapi tidak memotong biaya. Bahan baku, kemasan, dan potongan marketplace tetap sama besarnya. Artinya, seluruh potongan harga langsung diambil dari bagian laba, bukan dibagi rata ke semua komponen.

Contohnya begini. Rina menjual kaos seharga Rp100.000 dengan biaya per unit Rp60.000. Laba per kaos Rp40.000. Kalau ia memberi diskon 20%, harga turun menjadi Rp80.000, sedangkan biaya tetap Rp60.000. Labanya tinggal Rp20.000. Potongan “hanya” 20% dari harga, tapi laba per unit terpotong separuhnya.

Karena itu, sebelum membuat promo, pastikan kamu tahu margin produkmu. Kalau masih bingung beda margin dan markup, baca dulu catatan margin dan markup, karena dua istilah ini sering tertukar dan hasilnya bisa jauh berbeda.

Cara menghitung diskon agar tetap untung

Yang kita cari adalah titik di mana total laba saat promo sama dengan total laba tanpa promo. Untuk itu, pakai margin kontribusi, yaitu harga jual dikurangi semua biaya yang ikut naik setiap ada penjualan: HPP, kemasan, dan potongan marketplace atau payment gateway. Cara menyusun HPP-nya ada di panduan menghitung HPP.

Kenaikan penjualan yang dibutuhkan = diskon ÷ (margin − diskon)

Margin dan diskon sama-sama ditulis dalam persen dari harga jual. Lanjut dengan contoh Rina: margin 40% dan diskon 20%.

  1. Hitung selisihnya: 40% − 20% = 20%.
  2. Bagi diskon dengan selisih itu: 20% ÷ 20% = 1, atau 100%.
  3. Baca hasilnya: penjualan kaos perlu naik 100% (dua kali lipat) hanya untuk mendapat laba yang sama seperti tanpa promo.
Rumus diskon tanpa rugi dari margin dan persentase diskon
Semakin dekat diskon ke margin, semakin besar lonjakan penjualan yang kamu butuhkan.

Kalau diskon sama dengan margin, rumusnya tidak bisa dihitung karena setiap unit hanya balik modal. Kalau diskon lebih besar dari margin, setiap unit yang terjual justru menambah rugi.

Promo UMKM berapa persen yang masih aman?

Tidak ada angka diskon yang cocok untuk semua usaha, karena semuanya bergantung pada margin. Tabel berikut menunjukkan kenaikan penjualan yang dibutuhkan untuk beberapa kombinasi margin dan diskon.

Margin kontribusiDiskon 5%Diskon 10%Diskon 20%
30%naik 20%naik 50%naik 200%
40%naik 14%naik 33%naik 100%
50%naik 11%naik 25%naik 67%

Data simulasi, bukan hasil klien.

Dari tabel ini terlihat polanya. Usaha dengan margin tipis, seperti reseller atau toko kelontong, sangat sensitif terhadap diskon besar. Usaha dengan margin tebal, seperti produk buatan sendiri atau jasa, punya ruang lebih lega.

Pertanyaan berikutnya: seberapa realistis kenaikan itu? Lihat data penjualan promo sebelumnya. Kalau promo 10% bulan lalu hanya menaikkan penjualan 15%, sementara kamu butuh 33%, berarti promo itu menggerus laba. Daripada menebak, pakai angka historismu sendiri.

Perbandingan margin tipis dan margin tebal saat memberi diskon
Margin tebal memberi ruang promo yang lebih lega daripada margin tipis.

Beli 1 gratis 1 untung atau rugi?

Promo beli 1 gratis 1 terdengar menarik, tapi secara hitungan ini sama dengan diskon 50% untuk dua barang. Jadi promo ini hanya aman kalau margin produkmu di atas 50%.

Coba bandingkan dua usaha berikut.

KeteranganKaos RinaEs teh Dimas
Harga jual per unitRp100.000Rp10.000
Biaya per unitRp60.000Rp3.000
Pemasukan saat beli 1 gratis 1Rp100.000Rp10.000
Biaya untuk 2 unitRp120.000Rp6.000
Laba per transaksi promo(Rp20.000)Rp4.000

Data simulasi, bukan hasil klien.

Rina rugi Rp20.000 setiap kali promo dipakai. Dimas masih untung Rp4.000, walau lebih kecil dari laba normalnya, Rp7.000 per gelas. Dimas perlu mendatangkan cukup banyak pembeli baru supaya promo ini sepadan.

Kalau marginmu di bawah 50%, ada alternatif yang terasa sama menariknya:

  • Beli 2 gratis 1, setara diskon sekitar 33% untuk tiga barang.
  • Diskon 50% untuk barang kedua, setara diskon 25% untuk dua barang.
  • Gratis produk pendamping yang biayanya rendah, misalnya stiker atau sampel kecil, bukan produk utama.

Menghitung bundling dan gratis ongkir

Bundling menggabungkan beberapa produk dalam satu paket dengan harga sedikit lebih rendah. Keunggulannya, nilai belanja per transaksi ikut naik. Hitung labanya per paket, bukan per produk.

Misalnya Sari menjual sabun Rp30.000 (biaya Rp15.000) dan lotion Rp50.000 (biaya Rp25.000). Kalau dijual terpisah, harganya Rp80.000 dengan laba Rp40.000. Sebagai paket seharga Rp70.000, labanya Rp30.000. Pembeli merasa hemat Rp10.000, sementara Sari tetap mendapat laba yang lebih besar dibanding hanya menjual satu sabun.

Gratis ongkir lebih licin karena biayanya tidak terlihat di label harga. Kalau kamu menanggung ongkir Rp15.000 untuk pesanan dengan laba Rp20.000, labamu tinggal Rp5.000. Supaya tetap aman:

  1. Tetapkan minimum belanja, misalnya gratis ongkir untuk pesanan di atas Rp150.000.
  2. Batasi subsidi, misalnya potongan ongkir maksimal Rp10.000.
  3. Hitung laba per pesanan, bukan per produk, setelah dikurangi subsidi ongkir.

Data simulasi, bukan hasil klien.

Ilustrasi bundling dua produk dan subsidi gratis ongkir dengan minimum belanja
Bundling menaikkan nilai belanja, minimum belanja menjaga subsidi ongkir tetap terkendali.

Langkah sat-set merancang promo yang tidak menggerus laba

Sebelum mengumumkan promo, jalankan lima langkah ini. Cukup pakai spreadsheet sederhana.

  1. Pilih produk dengan margin tertinggi untuk dipromosikan, bukan produk yang paling susah laku.
  2. Hitung kenaikan penjualan yang dibutuhkan dengan rumus di atas.
  3. Bandingkan dengan data promo sebelumnya. Kalau target terasa terlalu jauh, kecilkan diskonnya atau ganti bentuk promonya.
  4. Batasi waktu dan kuota, misalnya 3 hari atau 100 pembeli pertama.
  5. Evaluasi setelah promo selesai, termasuk apakah pembeli baru kembali belanja dengan harga normal.

Kamu juga bisa menghitung berapa unit minimal yang perlu terjual selama promo agar biaya iklan dan subsidi tertutup. Caranya ada di catatan break even point. Untuk menyiapkan materi promosinya, AI bisa membantu membuat draf caption dan ide konten, seperti dibahas di catatan AI untuk konten media sosial.

Checklist lima langkah merancang promo sebelum diumumkan
Promo yang baik dimulai dari hitungan, baru kemudian desain banner.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana cara menghitung diskon agar tetap untung?

Hitung margin kontribusi produk, lalu pakai rumus diskon ÷ (margin − diskon) untuk mengetahui kenaikan penjualan yang dibutuhkan. Kalau kenaikan itu realistis berdasarkan data promo sebelumnya, promonya layak dicoba. Kalau tidak, kecilkan diskon atau pilih bentuk promo lain.

Beli 1 gratis 1 untung atau rugi?

Promo ini setara diskon 50%, jadi hanya menguntungkan kalau margin produkmu di atas 50%. Untuk produk dengan margin lebih tipis, pakai alternatif seperti diskon untuk barang kedua atau beli 2 gratis 1.

Promo UMKM sebaiknya berapa persen?

Tidak ada angka baku. Sebagai pijakan, diskon yang tidak lebih dari seperempat marginmu biasanya hanya butuh kenaikan penjualan sekitar 33% atau kurang. Selalu cek ulang dengan data penjualan usahamu sendiri.

Promo yang bikin ramai sekaligus tenang

Diskon tanpa rugi dimulai dari satu hitungan: berapa tambahan penjualan yang dibutuhkan untuk menutup potongan harga. Dengan rumus sederhana itu, kamu bisa memilih besaran diskon, bentuk promo, dan batas subsidi ongkir yang tetap menjaga laba.

Kalau kamu ingin menyusun struktur harga dan rencana promo setahun bareng, layanan keuangan Kancani bisa membantu. Atau ceritakan dulu kondisi tokomu lewat ngobrol dengan kami.

Tanya via WhatsApp