BlogKeuangan bisnis

Harga jasa freelance: rumus rate per jam yang masuk akal

Cara menentukan harga jasa freelance dari biaya hidup, jam yang bisa dijual, pajak, dan cadangan, plus cara menaikkan rate ke klien lama. Hitung sekarang.

Diterbitkan 20 Agustus 2026

Freelancer menghitung harga jasa freelance dari biaya hidup dan jam kerja di meja kerjanya

Klien bertanya, “Rate-nya berapa, Kak?” lalu kamu terdiam sebentar, membuka grup komunitas, dan akhirnya menyebut angka yang terasa aman. Proyek jalan, klien senang, tapi di akhir bulan saldo rekening tidak bergerak sejauh yang kamu bayangkan. Kalau ini terdengar akrab, kemungkinan besar harga jasa freelance yang kamu pasang belum dihitung dari kebutuhanmu sendiri.

Di catatan ini kami ajak kamu menyusun rate dari nol: mulai dari biaya hidup, jam kerja yang benar-benar bisa ditagih, cadangan pajak, sampai cara menaikkan harga ke klien lama tanpa canggung. Kalau kamu menjual produk fisik, hitungannya berbeda dan lebih cocok memakai cara menghitung HPP produk. Untuk usaha jasa, siapkan kalkulator, kita hitung bareng.

Kenapa harga jasa freelance sering kemurahan

Jasa tidak punya bahan baku yang bisa ditimbang, jadi patokan harganya sering diambil dari perasaan atau dari harga teman. Padahal ada tiga hal yang diam-diam ikut kamu bayar setiap kali menerima proyek:

  • Jam yang tidak ditagih. Membalas chat, membuat penawaran, revisi kecil, dan belajar alat baru tetap memakan waktu.
  • Biaya usaha. Langganan software, internet, listrik, dan laptop yang suatu hari perlu diganti.
  • Hal yang tidak ditanggung siapa pun. Tidak ada cuti berbayar, tidak ada iuran pensiun dari kantor, dan pajak diurus sendiri.

Kalau ketiganya tidak masuk hitungan, rate yang terasa layak di awal bisa berubah jadi kerja keras dengan hasil tipis. Langkah pertama adalah menulis semua angka itu secara jujur.

Cara menentukan rate freelancer dalam 4 langkah

Rate yang sehat dimulai dari pertanyaan sederhana: berapa uang yang kamu butuhkan setahun, dan berapa jam yang benar-benar bisa kamu jual untuk mendapatkannya.

  1. Hitung kebutuhan pribadi setahun. Biaya hidup bulanan ditambah porsi tabungan, dana darurat, dan pensiun, lalu dikali 12.
  2. Tambahkan biaya usaha setahun. Software, internet, alat kerja, kursus, dan dana pengganti perangkat.
  3. Sisihkan cadangan pajak dan tak terduga. Besarnya bergantung pada skema pajakmu, jadi pakai perkiraan dulu lalu sesuaikan.
  4. Bagi dengan jam yang bisa ditagih. Bukan jam kerja total, tapi jam yang dibayar klien.
Empat langkah cara menentukan rate freelancer dari kebutuhan, biaya usaha, pajak, dan jam tertagih
Rate yang sehat dihitung mundur dari kebutuhan, bukan ditebak dari harga pasar.

Kalau kamu belum tahu biaya hidup bulananmu, rapikan dulu sistem gajinya lewat catatan cara mengatur keuangan freelancer. Angka biaya hidup yang jujur membuat seluruh hitungan di bawah ini lebih bisa dipercaya.

Rumus tarif per jam untuk usaha jasa

Setelah empat angka itu terkumpul, rumusnya cukup satu baris:

Tarif per jam = (kebutuhan pribadi + biaya usaha + cadangan pajak dan tak terduga) ÷ jam yang bisa ditagih setahun

Bagian yang paling sering meleset adalah jam tertagih. Misalkan kamu bekerja 40 jam seminggu selama 48 minggu (sisanya libur, sakit, dan jeda antarproyek). Totalnya 1.920 jam. Dari jumlah itu, biasanya hanya sebagian yang benar-benar dibayar, karena sisanya habis untuk admin, mencari klien, dan revisi kecil. Banyak freelancer memakai asumsi 50–60% sebagai titik awal.

Contohnya Nadia, ilustrator lepas yang bekerja dari rumah:

KomponenPer bulanPer tahun
Biaya hidupRp8.000.000Rp96.000.000
Tabungan, dana darurat, dan pensiunRp2.000.000Rp24.000.000
Biaya usaha (software, internet, dana ganti laptop)Rp1.500.000Rp18.000.000
Cadangan pajak dan tak terdugaRp1.000.000Rp12.000.000
Total kebutuhanRp12.500.000Rp150.000.000
Jam tertagih (50% dari 1.920 jam)960 jam
Tarif per jamRp156.250, dibulatkan Rp160.000

Data simulasi, bukan hasil klien.

Angka Rp160.000 per jam adalah lantai, bukan harga akhir. Di bawah angka itu, Nadia sebenarnya sedang menyubsidi kliennya. Di atasnya, ada ruang untuk laba, pengalaman, dan nilai yang ia bawa ke proyek.

Rumus tarif per jam harga jasa freelance dari total kebutuhan dibagi jam yang bisa ditagih
Jam tertagih biasanya jauh lebih sedikit daripada jam yang kamu habiskan di depan laptop.

Dari tarif per jam ke harga per proyek

Klien jarang membeli jam, mereka membeli hasil. Jadi tarif per jam paling berguna sebagai alat hitung di balik layar. Untuk mengubahnya jadi harga proyek:

  1. Pecah proyek jadi tahapan, misalnya brief, sketsa, revisi, dan finalisasi.
  2. Perkirakan jam per tahapan, lalu jumlahkan.
  3. Kalikan dengan tarif per jam.
  4. Tambahkan buffer 15–25% untuk revisi dan komunikasi yang biasanya lebih panjang dari rencana.
  5. Bulatkan ke angka yang mudah dibaca.

Misalnya ilustrasi sampul buku diperkirakan 20 jam. Dengan tarif Rp160.000, dasarnya Rp3.200.000. Ditambah buffer 20%, hasilnya Rp3.840.000, lalu dibulatkan menjadi Rp3.850.000. Data simulasi, bukan hasil klien.

Kalau kamu ingin menambahkan laba di atas biaya, pahami dulu bedanya persentase di atas biaya dan persentase dari harga jual lewat catatan margin dan markup. Dua istilah ini sering tertukar, dan selisihnya bisa terasa besar di proyek bernilai jutaan.

Tuliskan juga batas proyeknya di penawaran: jumlah revisi, format file, dan jadwal. Tanpa batas yang jelas, buffer 20% bisa habis di revisi ketiga. Alur dari brief sampai pelunasan ada di catatan alur kerja klien jasa.

Jangan lupa: pajak dan potongan dari klien

Saat klienmu perusahaan, pembayaran yang masuk ke rekening sering lebih kecil dari angka di invoice karena ada pemotongan pajak. Untuk freelancer orang pribadi, yang umum terjadi adalah pemotongan PPh 21 untuk bukan pegawai. Cara hitungnya kami bahas di catatan PPh 21 bukan pegawai.

Dua hal praktis yang bisa kamu lakukan:

  • Sepakati di awal apakah harga sudah termasuk pajak atau belum, dan tulis di penawaran.
  • Simpan bukti potong dari setiap klien, karena nilainya bisa diperhitungkan saat lapor SPT Tahunan.

Aturan dan skema pajak bisa berbeda untuk tiap orang dan bisa berubah, jadi anggap angka cadangan pajak di tabel tadi sebagai titik awal, lalu sesuaikan setelah kamu tahu skema yang berlaku untukmu.

Perbandingan nilai invoice dan uang yang diterima setelah potongan pajak klien
Angka di invoice dan angka yang mendarat di rekening bisa berbeda.

Cara menaikkan harga jasa ke klien lama

Harga yang kamu pasang dua tahun lalu belum tentu cocok dengan kemampuan dan biayamu hari ini. Menaikkan rate itu wajar, asal disampaikan dengan rapi dan memberi waktu klien untuk menyesuaikan.

  1. Pilih momen yang pas, misalnya awal tahun, saat kontrak diperpanjang, atau sebelum proyek baru dimulai.
  2. Beri pemberitahuan 30–60 hari sebelumnya, supaya klien bisa menyesuaikan anggaran.
  3. Jelaskan singkat alasannya, misalnya cakupan kerja yang bertambah atau kemampuan baru, tanpa perlu meminta maaf berlebihan.
  4. Tawarkan alternatif, seperti paket yang lebih ringkas di harga lama.
  5. Terapkan rate baru ke klien baru lebih dulu, jadi kamu tahu pasar menerimanya.

Contoh pesan yang bisa kamu sesuaikan:

“Halo, Mbak Rina. Terima kasih sudah bekerja bareng selama setahun ini. Mulai 1 Oktober, rate ilustrasi kami menjadi Rp3.850.000 per sampul. Proyek yang sudah disepakati sebelum tanggal itu tetap memakai harga lama. Kalau anggarannya perlu disesuaikan, kami juga punya paket sketsa tanpa pewarnaan. Senang kalau bisa terus bekerja bareng.”

Linimasa pemberitahuan kenaikan harga jasa ke klien lama dari pengumuman sampai rate baru berlaku
Pemberitahuan yang jauh hari membuat kenaikan harga terasa seperti rencana, bukan kejutan.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa rate freelancer pemula yang wajar?

Mulailah dari lantai hasil rumus tarif per jam, bukan dari harga termurah di grup komunitas. Setelah itu, bandingkan dengan kisaran pasar untuk bidang dan tingkat pengalamanmu. Kalau lantai hitunganmu jauh di atas pasar, coba tinjau ulang biaya usaha dan asumsi jam tertagihnya.

Lebih baik tarif per jam atau per proyek?

Tarif per jam cocok untuk pekerjaan yang lingkupnya sulit ditebak, seperti konsultasi atau perbaikan berkala. Harga per proyek lebih disukai klien karena pasti, dan bisa lebih menguntungkan kalau kamu makin cepat bekerja. Banyak freelancer memakai tarif per jam sebagai alat hitung, lalu menawarkan harga per proyek.

Apakah harga jasa freelance sudah termasuk pajak?

Tergantung kesepakatanmu dengan klien, jadi tulis dengan jelas di penawaran dan invoice. Klien berbentuk perusahaan biasanya memotong pajak dari pembayaran, sehingga uang yang kamu terima lebih kecil dari nilai invoice. Simpan bukti potongnya untuk dilaporkan di SPT Tahunan.

Mulai dari satu angka: lantai harga

Menentukan harga jasa freelance tidak harus menebak. Kumpulkan kebutuhan pribadi, biaya usaha, dan cadangan pajak, bagi dengan jam yang benar-benar bisa ditagih, lalu ubah jadi harga proyek dengan buffer yang cukup. Setelah lantainya jelas, menaikkan harga ke klien lama pun jadi lebih tenang karena kamu tahu alasannya.

Kalau kamu ingin menghitung rate dan arus kas usaha jasamu bareng, layanan keuangan Kancani bisa membantu. Atau ceritakan dulu kondisimu lewat ngobrol dengan kami.

Tanya via WhatsApp