BlogKeuangan

ROI: cara menghitung untuk iklan, alat, dan software usaha

Cara menghitung ROI sederhana untuk UMKM dengan contoh iklan, alat kerja, dan langganan software, supaya kamu tahu pengeluaran mana yang layak diteruskan.

Diterbitkan 18 Juni 2026

Pemilik usaha membandingkan ROI iklan, alat kerja, dan software di meja kerja

Bulan ini kamu keluar uang untuk iklan media sosial, langganan aplikasi kasir, dan baru saja membeli mesin sealer. Semuanya terasa perlu. Tapi kalau ditanya mana yang benar-benar menghasilkan, jawabannya sering “kayaknya sih yang iklan”. Di sinilah ROI membantu: satu angka yang menunjukkan berapa hasil yang kembali dari setiap rupiah yang kamu keluarkan.

Di catatan ini kami bahas cara menghitung ROI sederhana, lalu memakainya untuk tiga jenis pengeluaran yang paling sering membuat pemilik usaha ragu: iklan, alat kerja, dan langganan software. Di akhir, ada tabel keputusan sederhana untuk menentukan mana yang diteruskan, diperbaiki, atau dihentikan.

Apa itu ROI dan kenapa penting untuk usaha kecil

ROI (return on investment) adalah perbandingan antara keuntungan yang dihasilkan sebuah pengeluaran dan besar pengeluaran itu sendiri. Hasilnya ditulis dalam persen. ROI 50% artinya setiap Rp100.000 yang kamu keluarkan kembali menjadi Rp150.000, yaitu modalnya kembali plus untung Rp50.000.

Untuk usaha kecil, uang terbatas dan setiap pengeluaran bersaing dengan kebutuhan lain. ROI membantu kamu membandingkan pilihan yang bentuknya berbeda-beda, misalnya iklan dengan mesin baru, dalam satu ukuran yang sama.

Cara menghitung ROI sederhana

Rumusnya hanya satu baris:

ROI = (keuntungan dari investasi − biaya investasi) ÷ biaya investasi × 100%

Kuncinya ada di kata “keuntungan”. Untuk iklan atau promosi, keuntungan berarti laba kotor dari penjualan tambahan, bukan omzetnya. Untuk alat atau software, keuntungan bisa berupa tambahan laba atau biaya yang berhasil dihemat.

  1. Tentukan periode. Misalnya satu bulan untuk iklan, satu tahun untuk alat.
  2. Hitung biaya total, termasuk biaya pendukung seperti ongkos pemasangan atau pelatihan.
  3. Hitung keuntungan dalam bentuk rupiah pada periode yang sama.
  4. Masukkan ke rumus dan bandingkan hasilnya.
Rumus cara menghitung ROI sederhana dari keuntungan dan biaya investasi
ROI membandingkan apa yang kembali dengan apa yang kamu keluarkan.

ROI iklan untuk UMKM: pakai laba, bukan omzet

Ini jebakan yang paling sering terjadi. Banyak pemilik usaha melihat laporan iklan yang menunjukkan penjualan Rp8.000.000 dari biaya Rp2.000.000, lalu merasa iklannya sangat untung. Angka itu disebut ROAS (return on ad spend), yaitu omzet dibagi biaya iklan. ROAS berguna, tapi belum menunjukkan untung.

Contohnya Dimas menjual kopi bubuk dengan margin kotor 40%. Ia memasang iklan Rp2.000.000 dan mendapat omzet tambahan Rp8.000.000.

KeteranganMargin 40%Margin 20%
Biaya iklanRp2.000.000Rp2.000.000
Omzet dari iklanRp8.000.000Rp8.000.000
ROAS4 kali4 kali
Laba kotor dari omzet ituRp3.200.000Rp1.600.000
ROI60%−20%

Data simulasi, bukan hasil klien.

Dengan ROAS yang sama, usaha bermargin 20% justru rugi. Supaya cepat mengecek, kamu bisa menghitung ROAS minimal agar iklan tidak rugi:

ROAS impas = 1 ÷ margin kotor

Dengan margin 40%, ROAS impasnya 2,5 kali. Di bawah angka itu, iklan menggerus laba. Hitungan margin dibahas lebih lengkap di catatan margin dan markup.

Perbandingan ROAS dan ROI iklan untuk UMKM dengan margin berbeda
Omzet besar dari iklan belum tentu berarti untung besar.

Untuk menghemat biaya produksi materi iklan, kamu bisa memakai AI untuk menyusun draf caption dan variasi ide konten, seperti dibahas di catatan AI untuk konten media sosial. Biaya yang lebih kecil ikut menaikkan ROI.

ROI alat dan software usaha

Alat kerja biasanya dibayar sekali tapi manfaatnya terasa berbulan-bulan. Karena itu, hitung ROI-nya dalam periode yang lebih panjang, misalnya satu tahun, dan lengkapi dengan masa balik modal.

Contohnya Sari membeli mesin sealer otomatis Rp6.000.000. Mesin ini memangkas waktu pengemasan sehingga ia tidak perlu menambah tenaga lepas, hemat Rp1.000.000 per bulan.

KeteranganNilai
Biaya mesinRp6.000.000
Penghematan per tahun (Rp1.000.000 × 12)Rp12.000.000
ROI satu tahun100%
Masa balik modal6 bulan

Data simulasi, bukan hasil klien.

Untuk langganan software, hitung per bulan. Misalnya aplikasi kasir Rp300.000 per bulan menghemat 10 jam kerja admin. Kalau satu jam kerja admin dihargai Rp50.000, penghematannya Rp500.000. Ditambah selisih stok yang berkurang sekitar Rp200.000, manfaatnya Rp700.000 per bulan. ROI-nya (Rp700.000 − Rp300.000) ÷ Rp300.000 = 133%. Data simulasi, bukan hasil klien.

ROI alat kerja dan software usaha dengan masa balik modal
Waktu yang dihemat juga punya nilai rupiah.

Kalau kamu ingin tahu berapa bulan sebuah investasi butuh untuk menutup biayanya sendiri, logikanya mirip dengan break even point.

Hal yang sering terlewat saat menghitung ROI

  • Biaya tersembunyi. Waktu belajar software, ongkos kirim alat, atau biaya desain iklan.
  • Periode yang tidak sama. Biaya dihitung setahun, manfaat dihitung sebulan, hasilnya jadi menyesatkan.
  • Penjualan yang tetap terjadi tanpa iklan. Pelanggan setia yang biasa membeli tidak semuanya hasil iklan.
  • Umur pakai alat. Mesin yang rusak dalam 8 bulan punya ROI yang berbeda dengan mesin yang awet 3 tahun.
  • Manfaat yang sulit diukur. Misalnya ketenangan karena data lebih rapi. Catat sebagai pertimbangan, tapi jangan dipaksakan menjadi angka besar.

Memutuskan pengeluaran mana yang diteruskan

Setelah ROI dihitung, kelompokkan setiap pengeluaran ke dalam tiga keputusan:

ROIKeputusanLangkah berikutnya
Positif dan stabilTeruskanPertimbangkan menambah anggaran bertahap
Mendekati nolPerbaikiUbah target iklan, negosiasi harga, atau pakai fitur yang belum dipakai
Negatif berulangHentikanAlihkan anggarannya ke pilihan lain

Contohnya Rina, pemilik toko kue rumahan, merangkum tiga pengeluaran rutinnya dalam satu kuartal. Iklan media sosial menghasilkan ROI 45%, langganan aplikasi desain hanya dipakai dua kali sehingga ROI-nya negatif, dan aplikasi pencatatan pesanan menghemat waktu admin dengan ROI sekitar 80%. Data simulasi, bukan hasil klien.

Keputusannya jadi jelas. Iklan diteruskan dengan anggaran yang sama dulu, sambil diuji apakah kenaikan anggaran tetap menghasilkan ROI serupa. Aplikasi desain dihentikan, diganti alat gratis yang cukup untuk kebutuhannya. Aplikasi pencatatan dipertahankan, dan Rina mulai memakai fitur laporan yang selama ini terlewat. Tanpa angka ROI, ketiganya terasa sama pentingnya.

Tinjau ulang setiap bulan untuk iklan dan setiap kuartal untuk alat dan software. Supaya rutin, masukkan ROI iklan sebagai satu di antara angka yang kamu pantau, seperti dibahas di catatan KPI usaha kecil. Kalau data penjualanmu banyak, AI bisa membantu merangkum produk dan kanal mana yang paling menghasilkan, caranya ada di catatan analisis penjualan dengan AI.

Tiga keputusan berdasarkan ROI: teruskan, perbaiki, atau hentikan
Angka ROI baru berguna kalau diikuti keputusan.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana cara menghitung ROI sederhana?

Kurangi keuntungan dari investasi dengan biayanya, bagi dengan biaya, lalu kalikan 100%. Pastikan keuntungan dan biaya dihitung pada periode yang sama. Untuk iklan, pakai laba kotor dari penjualan tambahan, bukan omzetnya.

Berapa ROI iklan yang bagus untuk UMKM?

Tidak ada angka baku, karena tergantung margin dan tujuan iklannya. Yang pasti, ROI perlu positif agar iklan tidak menggerus laba. Untuk iklan yang tujuannya mendatangkan pelanggan baru, perhitungkan juga pembelian ulang mereka di bulan-bulan berikutnya.

Apa bedanya ROI dan ROAS?

ROAS membandingkan omzet dengan biaya iklan, sedangkan ROI membandingkan keuntungan dengan biaya. ROAS 4 kali bisa berarti untung atau rugi, tergantung margin produk. ROI memberi gambaran yang lebih jujur tentang hasil iklan.

Satu angka untuk keputusan yang lebih tenang

ROI membantu kamu melihat pengeluaran usaha dengan jernih: iklan dihitung dari laba, alat dihitung dari penghematan dan masa balik modal, software dihitung dari waktu dan biaya yang berhasil dipangkas. Dari situ, keputusan meneruskan atau menghentikan pengeluaran jadi lebih sat-set.

Kalau kamu ingin menyusun angka-angka ini menjadi laporan rutin bareng, layanan keuangan Kancani bisa membantu. Atau ceritakan dulu pengeluaran yang sedang kamu timbang lewat ngobrol dengan kami.

Tanya via WhatsApp