Bagian paling melelahkan dari SPT Tahunan biasanya bukan pelaporannya, tapi mencari dokumen yang tercecer. Siapkan daftar ini lebih awal, dan prosesnya akan jauh lebih tenang.
Mau mencentang sambil membaca? Pakai checklist dokumen SPT interaktif. Progresmu tersimpan di perangkatmu.
Identitas dan akun
- NIK yang sudah dipadankan sebagai NPWP.
- Akun Coretax yang aktif, beserta email dan nomor HP yang terdaftar.
- Kartu keluarga, untuk data tanggungan.
- SPT Tahunan tahun lalu, sebagai pembanding.
Penghasilan
- Karyawan: bukti potong PPh 21 tahunan dari setiap pemberi kerja. Jika pindah kerja di tengah tahun, minta dari kantor lama dan kantor baru.
- Freelancer: bukti potong dari klien, ditambah catatan penghasilan yang tidak dipotong pajak.
- Usaha: rekap omzet bulanan dan bukti setor PPh Final, atau pembukuan jika memakai tarif umum.
- Penghasilan lain: sewa, dividen, bunga, hadiah, atau penghasilan dari luar negeri.
Harta per 31 Desember
- Saldo setiap rekening bank dan dompet digital.
- Kendaraan, beserta tahun dan nilai perolehannya.
- Tanah dan bangunan.
- Investasi: saham, reksa dana, obligasi, emas, dan aset kripto.
Utang per 31 Desember
- Sisa KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman lain, beserta nama pemberi pinjaman.
Pengurang lainnya
- Bukti pembayaran zakat atau sumbangan keagamaan wajib lewat lembaga resmi.
- Bukti iuran pensiun, jika ada.
Belum lengkap? Tidak apa-apa
Hampir semua orang memulai dengan data yang belum lengkap. Kumpulkan yang ada dulu, lalu catat apa yang masih kurang. Kalau butuh bantuan menyusunnya, kami bisa menemanimu dari langkah pertama.



