BlogKeuangan bisnis

Laporan laba rugi sederhana untuk UMKM, plus contohnya

Cara membuat laporan laba rugi sederhana untuk UMKM, lengkap dengan contoh tabel dan beda laba kotor dan laba bersih. Bisa kamu susun sendiri tiap bulan.

Diterbitkan 27 September 2026

Ilustrasi laporan laba rugi sebagai rapor bulanan usaha

Kalau ada yang bertanya, “Usahamu bulan lalu untung berapa?”, apakah kamu bisa menjawab dengan angka, atau hanya dengan perasaan? Banyak pemilik usaha kecil tahu omzetnya, tapi belum tahu labanya. Di sinilah laporan laba rugi membantu: satu halaman sederhana yang menjawab apakah usahamu benar-benar menghasilkan uang.

Di catatan ini, kami bahas cara membuat laporan laba rugi dari nol, lengkap dengan contoh tabel untuk UMKM. Kamu juga akan paham beda laba kotor dan laba bersih, serta apa saja yang tidak perlu dimasukkan. Tidak perlu latar belakang akuntansi, cukup catatan transaksi yang rapi.

Apa itu laporan laba rugi

Laporan laba rugi adalah ringkasan pendapatan dan biaya usaha dalam satu periode, misalnya satu bulan atau satu tahun. Hasil akhirnya menunjukkan apakah usaha mencetak laba atau mengalami rugi. Anggap saja seperti rapor bulanan untuk bisnismu.

Untuk UMKM, standar akuntansi SAK EMKM menyebut tiga laporan dasar: laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan. Dari ketiganya, laporan laba rugi biasanya paling cepat memberi gambaran kesehatan usaha. Karena itu, ini titik awal yang pas.

Komponen laporan laba rugi sederhana

  • Pendapatan (penjualan): seluruh penjualan dalam periode itu.
  • HPP (harga pokok penjualan): biaya langsung untuk produk yang terjual.
  • Laba kotor: pendapatan dikurangi HPP.
  • Biaya operasional: gaji karyawan, sewa, listrik, promosi, dan biaya rutin lain.
  • Laba bersih: laba kotor dikurangi biaya operasional dan biaya lain.

Kalau angka HPP-mu belum ada, hitung dulu dengan panduan cara menghitung HPP produk. Tanpa HPP yang tepat, laba kotor bisa terlihat lebih besar atau lebih kecil dari kenyataan.

Cara membuat laporan laba rugi dalam 5 langkah

  1. Tentukan periodenya, misalnya 1 sampai 30 September.
  2. Jumlahkan seluruh penjualan dari kasir, transfer, marketplace, dan QRIS.
  3. Hitung HPP untuk produk yang terjual pada periode itu.
  4. Kelompokkan biaya operasional per kategori, lalu jumlahkan.
  5. Kurangkan secara berurutan: penjualan dikurangi HPP, lalu dikurangi biaya operasional.

Semua langkah ini jauh lebih ringan kalau uang usaha sudah punya rekening sendiri. Jika masih bercampur, mulai dulu dengan memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, supaya belanja rumah tangga tidak ikut terhitung sebagai biaya usaha.

Lima langkah cara membuat laporan laba rugi untuk usaha kecil
Lima langkah dari kumpulan transaksi menjadi satu angka laba.

Contoh laporan laba rugi sederhana UMKM

Berikut contoh untuk usaha toko kue rumahan selama satu bulan. Formatnya bisa langsung kamu tiru di spreadsheet.

Laporan laba rugi, SeptemberJumlah
Pendapatan penjualanRp40.000.000
Harga pokok penjualan (HPP)(Rp16.000.000)
Laba kotorRp24.000.000
Gaji karyawan(Rp6.000.000)
Sewa tempat(Rp3.000.000)
Listrik, air, dan internet(Rp1.200.000)
Promosi dan iklan(Rp1.500.000)
Potongan marketplace dan biaya admin(Rp800.000)
Lain-lain(Rp500.000)
Total biaya operasional(Rp13.000.000)
Laba bersihRp11.000.000

Data simulasi, bukan hasil klien.

Cara membacanya sederhana: dari setiap Rp100 penjualan, Rp60 tersisa setelah HPP, dan sekitar Rp27,50 menjadi laba bersih. Angka persentase seperti ini berguna untuk membandingkan bulan ini dengan bulan lalu. Kalau persentasenya turun, kamu tahu ada biaya yang perlu dicek.

Contoh laporan laba rugi sederhana UMKM toko kue dalam bentuk tabel
Dari penjualan Rp40 juta, tersisa laba bersih Rp11 juta pada contoh ini.

Beda laba kotor dan laba bersih

Dua istilah ini sering tertukar, padahal pertanyaan yang dijawab berbeda. Laba kotor bercerita tentang produkmu, sedangkan laba bersih bercerita tentang usahamu secara keseluruhan.

Laba kotorLaba bersih
RumusPenjualan − HPPLaba kotor − biaya operasional − biaya lain
Pertanyaan yang dijawabApakah produknya menguntungkan?Apakah usahanya menguntungkan?
Contoh simulasi di atasRp24.000.000 (60%)Rp11.000.000 (27,5%)

Kalau laba kotor kecil, biasanya masalahnya ada di harga jual atau biaya bahan. Kalau laba kotor besar tapi laba bersih kecil, cek biaya operasional, misalnya sewa yang terlalu mahal atau iklan yang kurang efektif. Dengan memisahkan keduanya, kamu tahu bagian mana yang perlu dibenahi lebih dulu.

Perbandingan beda laba kotor dan laba bersih
Laba kotor menilai produk, laba bersih menilai usaha secara utuh.

Yang tidak masuk laporan laba rugi

Ada beberapa arus uang yang terasa seperti biaya, tapi sebenarnya bukan. Memasukkannya ke laporan laba rugi akan membuat angka laba menyimpang.

  • Prive, yaitu pengambilan pribadi oleh pemilik. Prive mengurangi modal, bukan biaya usaha.
  • Setoran modal dari pemilik ke rekening usaha.
  • Pembayaran pokok pinjaman. Yang masuk sebagai biaya hanya bunganya.
  • Pembelian aset besar seperti oven atau mesin, yang dicatat sebagai aset.

Karena itulah laba di laporan bisa berbeda dengan uang yang ada di rekening. Untuk memantau uangnya, kamu butuh laporan yang lain, yaitu laporan arus kas.

Membaca laporan untuk mengambil keputusan

Laporan laba rugi baru berguna kalau dibaca dan dipakai untuk memutuskan sesuatu. Luangkan waktu di awal bulan untuk membandingkan laporan terbaru dengan bulan-bulan sebelumnya. Satu bulan saja belum tentu menggambarkan pola, tapi tiga bulan berturut-turut biasanya sudah cukup bercerita.

Pemilik usaha membaca laporan laba rugi bulanan untuk mengambil keputusan
Bandingkan beberapa bulan sekaligus agar polanya terlihat.
  • Biaya apa yang naik paling besar dibanding bulan lalu?
  • Produk mana yang menyumbang laba kotor terbesar?
  • Apakah laba bersih cukup untuk gaji pemilik dan cadangan usaha?

Kalau usahamu atas nama orang pribadi dan memakai PPh Final 0,5%, pajaknya dihitung dari baris pendapatan, bukan dari laba bersih. Bagian omzet sampai Rp500 juta per tahun untuk orang pribadi tidak dikenai PPh dan dihitung kumulatif sejak awal tahun. Aturan pajak bisa berubah, jadi cek ketentuan terbaru sebelum menghitung.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah UMKM perlu membuat laporan laba rugi setiap bulan?

Sangat disarankan. Laporan bulanan membuat masalah kecil cepat terlihat, misalnya harga bahan yang naik atau biaya iklan yang membengkak. Laporan tahunan tetap bisa kamu susun dengan menjumlahkan dua belas laporan bulanan.

Bisakah membuat laporan laba rugi di spreadsheet?

Bisa, dan untuk usaha kecil itu sudah cukup. Buat satu lembar untuk catatan transaksi harian, lalu satu lembar ringkasan yang menjumlahkan per kategori. Yang penting kategorinya konsisten dari bulan ke bulan.

Template laporan laba rugi sederhana di spreadsheet
Dua lembar sederhana sudah cukup untuk laporan bulanan usaha kecil.

Kenapa laporan menunjukkan laba, tapi uang di rekening sedikit?

Bisa jadi ada penjualan yang belum dibayar pelanggan, stok yang menumpuk, cicilan pokok pinjaman, atau prive yang cukup besar. Semua itu mengurangi kas tanpa mengurangi laba. Laporan arus kas membantu menjelaskan selisihnya.

Apakah gaji pemilik masuk laporan laba rugi?

Untuk usaha perseorangan, uang yang diambil pemilik untuk dirinya sendiri dicatat sebagai prive, sehingga tidak masuk sebagai biaya. Justru laba bersih di laporan inilah yang menjadi dasar menentukan besar gaji pemilik. Dengan begitu, gajimu mengikuti kemampuan usaha, bukan sebaliknya.

Satu halaman, banyak jawaban

Laporan laba rugi sederhana cukup berisi pendapatan, HPP, laba kotor, biaya operasional, dan laba bersih. Susun setiap bulan dari catatan transaksi yang rapi, lalu pakai hasilnya untuk mengatur harga, biaya, dan gaji pemilik.

Kalau kamu ingin dibantu menyusun laporan pertama atau merapikan pembukuan usaha, kami bisa bantu lewat layanan keuangan Kancani. Atau, mulai dulu dengan ngobrol dengan kami.

Tanya via WhatsApp